Bukan rahang segi empat, corak kulit kasar dan sikap macho yang diinginkan perempuan. Mereka lebih mengharapkan pria berbibir penuh dan roman "feminin", ungkap satu penelitian di Inggris. Temuan itu memperkuat penelitian sebelumnya mengenai kemaskulinan. Penelitian itu juga menawarkan pandangan yang lebih dalam, mengenai apa yang orang cari ketika memilih pasangannya.
Penelitian tersebut dipimpin Lynda Boothroyd, seorang psikolog evolusioner dari Durham University.
"Ketika orang memandang wajah yang maskulin, anggapan yang timbul adalah dominasi! Itu sesuatu yang baik dalam evolusi, tapi tidak untuk hubungan jangka panjang," katanya.
Penelitian itu, yang dimuat di jurnal "Personality and Individual Differences", dilakukan dengan cara menanyai lebih dari 400 pria dan wanita di Inggris untuk menilai foto-foto pria yang dipermak secara digital sehingga kelihatan lebih maskulin atau feminin.
Para partisipan selanjutnya diminta memperkirakan ciri-ciri kepribadian di foto itu. Ciri-ciri itu seperti dominasi, ambisi, kekayaan dan apakah sosok tersebut akan setia serta menjadi orang tua yang baik.
Ternyata bukan sosok macho yang paling banyak dipilih. Penelitian itu menunjukkan bahwa yang dianggap tidak setia serta merupakan orang tua yang buruk adalah tipe maskulin dengan hidung besar, bermata kecil dan beralis mata tebal.
Mereka yang dianggap sebagai pasangan terbaik untuk hubungan jangka panjang justru pria berwajah "feminin" dengan mata lebar, roman yang halus dan lebih kurus, serta alis mata yang lebih lengkung.
Wajah yang kelihatannya lebih sehat, misalnya mereka yang mempunyai corak kulit lebih baik, juga lebih diinginkan.
Temuan itu mendukung bantahan terhadap klaim bahwa kemaskulinan dipandang sebagai indikator utama kesehatan genetik dan kekebalan terhadap penyakit, kata Boothroyd.
"Yang saya tunjukkan di sini adalah kesehatan merupakan sesuatu yang benar-benar positif dan bukan kejantanan," kata Boothroyd.
"Kita tidak boleh berpikir kemaskulinan artinya sehat, karena hal itu benar-benar bukan yang ada di benak wanita. Kemaskulinan artinya kekuasaan sosial."
Jadi... Bagi para pria, masih inginkah Anda menyibukkan diri untuk meningkatkan kualitas ke-macho-an Anda?
Friday, November 2, 2007
Macho Tak Membuat Cinta Jadi Langgeng
Diposting oleh
KELUARGA BESAR MAHASISWA SIBORONGBORONG
di
4:26 AM
0
komentar
Anjing Picu Kanker Payudara

Apakah Anda memiliki anjing sebagai binatang peliharaan? Jika iya, kini saatnya Anda mulai berhati-hati dengan binatang kesayangan Anda ini, setelah riset terbaru menyatakan anjing bisa meningkatkan resiko kanker payudara.
Pernyataan ini disampaikan para peneliti dari Universitas Munich yang dikutip dari Dailymail, Kamis (1/11/07) yang menganalisa pasien kanker payudara dan keterkaitannya dengan binatang peliharaan. Mereka menyimpulkan, wanita yang memelihara anjing lebih beresiko menderita kanker dibanding yang memelihara kucing.
Sebelum didiagnosa, 79,7 persen pasien mengaku melakukan kontak dengan anjing mereka, seperti memeluk, mencium, menggendong, memandikan, dan semua aktivitas perawatan anjing. Sementara hanya 4,4 persen pasien yang tidak memiliki hewan peliharaan, dan 57,3 persen masuk dalam kelompok yang rutin memeriksakan kesehatan.
Dari survei yang dilakukan pemilik anjing positif mengidap kanker payudara dalam rentang waktu tertentu.
Studi lain juga dilakukan di Norwegia, dan mencatat angka tertinggi yaitu sekitar 53,3 persen pasien kanker payudara pada 14.401 pemilik anjing.
Mengapa angka yang signifikan tidak dijumpai pada pemilik hewan peliharaan lainnya? Menurut peneliti hal ini disebabkan karena virus kanker dengan tipe yang sama ditemukan pada manusia dan anjing, yakni mouse mammary tumour virus (MMTV), yang merupakan penyebab utama kanker payudara pada tikus, dan memiliki keterkaitan dengan kanker payudara pada manusia.
Teorinya, anjing atau pun binatang peliharaan lainnya bisa jadi media penyebaran virus MMTV yang memicu kanker payudara. Nah, kenapa anjing jadi 'binatang yang dikambinghitamkan' sebagai pemicu kanker payudara pada wanita? Alasannya sederhana, karena anjing adalah binatang paling banyak dipelihara bahkan pada sebagian orang bisa jadi 'sahabat dekat' mereka.
Kasus ini lebih banyak dijumpai pada wanita Barat dibanding wanita Asia yang lebih jarang memelihara anjing.
Diposting oleh
KELUARGA BESAR MAHASISWA SIBORONGBORONG
di
4:23 AM
0
komentar
Viagra Bisa Bikin Telinga Tuli

Anda pengguna Viagra, Cialis, atau Levitra? Jika iya, kini saatnya Anda mulai berhati-hati. Menurut peringatan terbaru di Amerika, rutin mengkonsumsi obat yang membuat pria tetap 'greng' di ranjang ini memiliki efek samping pada pendengaran.
Pernyataan bahaya Viagra ini dikeluarkan oleh FDA (Lembaga Obat dan Makanan AS) setelah memperoleh keluhan dari beragam konsumen Viagra, obat buatan Pfizer Inc. (PFE.N), yang mengalami kehilangan pendengaran secara tiba-tiba.
Efek samping Viagra ini pertama kali dilaporkan oleh dua peneliti di RS Air Force, Bangalore, India, saat seorang pria berusia 44 tahun mengeluh tak bisa lagi mendengar setelah dia mengkonsumsi Viagra selama 15 hari, seperti dikutip dari newspedia, edisi Oktober 2007.
Sampai saat ini tercatat ada 29 kasus gangguan pendengaran yang disebabkan Viagra dan dua merk lain, Cialis dan Levitra. Di mana sekitar 70 persen penggunanya mengalami tuli permanen, dengan atau tanpa dibarengi gejala vestibular yang meliputi telinga berdengung, rasa pusing atau bahkan vertigo.
Kasus yang sama juga pernah terjadi pada 1996, di mana kasus kehilangan pendengaran terjadi setelah dua hari konsumsi obat.
"Kita tidak dapat mengatakan secara pasti semua itu disebabkan oleh obat, tapi kita juga tak bisa membiarkan kasus ini", papar Dr Robert Boucher, spesialis THT dari FDA.
FDA sendiri juga sudah mengeluarkan peringatan untuk Cialis (tadalafil), Levitra (vardenadil), dan Viagra (sildenafil). Semua obat ini rata-rata menggunakan mekanisme yang sama untuk membantu dan mempertahankan ereksi. Mereka membuat relaksasi pada otot polos, dengan menghambat enzim fosfodiestrase (PDE5). Otot polos ini berperan dalam impotensi yang disebut corpus kavernosum, yaitu jaringan yang mendukung ereksi. Namun sampai saat ini belum diketahui pasti apakah senyawa kimiwa tersebut bisa merusak telinga bagian dalam.
Tanggapan produsen 'pil cinta'
Peraturan dari FDA ini mendapat sambutan dari berbagai produsen pil yang dikenal dengan 'pil cinta' tersebut. Eli Lilly (LLY.N), produsen Cialis dan GlaxoSmithKline Plc (GSK.L) yang menjual Levitra menganggap laporan tersebut hanya mewakili sedikit masalah yang sesungguhnya mengenai perangkat medis dan obat.
Pembuat obat Pfizer dan Lilly menyatakan data mereka tak menunjukkan hubungan sebab akibat apapun antara kehilangan pendengaran dan obat itu.
Wakil Presiden Pfizer Urusan Medis Dr. Ponni Subbiah mengatakan kehilangan pendengaran termasuk dalam bagian iklan Viagra pada labelnya dengan persetujuan FDA pada 1998. Itu terjadi pada kurang dari 2 persen pasien dalam percobaan klinis, yang dikatakannya secara statistik tidak besar dibandingkan dengan orang yang berada dalam kelompok pengganti.
Sementara itu, Keri McGrath, jubir Lilly, mengatakan kajian Lilly baru-baru ini mendapati sebanyak 1,1 peristiwa kehilangan pendengaran secara mendadak per satu juta pengguna Cialis, yang bisa dikatakan lebih rendah dibandingkan dengan angka penduduk secara umum. Hampir 12 juta pria menggunakan resep obat tersebut.
Schering-Plough Corp. (SGP.N) dan GlaxoSmithKline, yang memasarkan Levitra di Amerika Serikat, melalui juru bicaranya Lee Davies mengatakan perusahaan mereka akan mematuhi permintaan FDA dan menyatakan semua kasus kehilangan pendengaran bersifat sementara.
Saat ini National Institute on Deafness and Other Communication Disorders mencatat sekitar 4 ribu kasus kehilangan pendengaran secara mendadak terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya.
FDA meminta pengguna Viagra untuk memeriksakan diri jika mengalami gangguan pendengaran usai mengkonsumsi viagra. Meski pada akhirnya pilihan tetap ada di tangan pada pasien? Mana yang lebih penting perkasa di ranjang atau kehilangan pendengaran?
Diposting oleh
KELUARGA BESAR MAHASISWA SIBORONGBORONG
di
4:15 AM
0
komentar